Thursday, August 24, 2006

MENGATASI KEMALASAN BEKERJA ATAU BELAJAR

ETOS KERJA

“Wahai Orang-orang yang berselimut, bangunlah dan berikan peringatan dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkan pakaianmu, dan tinggalakan perbuatan kotor yang merusak” (QS 74:1-5).

Mari dengarkan suara hati, seperti bisikan syair arab, “Engkau habiskan umurmu dengan mengeluh dan bersedih. Dan engkau duduk berpangku tangan sambil berkata,”Zaman telah memerangiku”. Sementara Engkau belum bersusah payah, maka siapa yang akan melakukan untukmu?Berapakali kau katakan. ‘Negeriku sedang sakit’. Sementara kau adalah penyakit itu. Kesialan adalahalasannya, dan apakah Engkau telah memelihara kehormatannya?
Bangsa ini mengklaim bangsa yang rteligius sementara. Tetapi Tuhan sesungguhnya telah lama “meninggalkan”-nya. Bukankah tuhan amat membenci mereka yang cuma pandai mengkalim namun tidk berbuat? Rosulullah bersabda:”Bekerjalah untuk duniamu seakan Engkau hidup selama-lamanya dan beribadahlah untuk akhiretmu seakan engkau mati esok hari.”

Saatnya keluar dari selimut kemalasan,keterkungkungan san kehinaan. Coba simak fragmen nasehat Imam Syafi’i:”Berangkatlah, niscaya engkau mendapatkan ganti untuk semua yang engaku tinggalka. Bersusah payahlah, sebab kenikmatan hidup hanya ada dalam kerja keras. Singa jika tak kelaur sarangnya tak akan mendapatkan mangsanya., sebagaimana anak panah bila tak meninggalkan busurnya tak akan mengenai sasaran. Biji emas yang belum diolah sama dengan debu ditempatnya. Ketika orang berangkat dan mulai bekerja, dia akan mulai seperti bernilainya emas. ( Kompas 7 Nop 2005- Takwil Yudi Latif)

MENDENGARKAN AKTIF

Untuk dapat berkomunikasi dengan sesama manusia kita harus belajar mendengarkan secar lebih efektif. Mendengakan selain berguna bagi pengembangan diri sebagai manusia jug adapat menunjang keberhasilan akademi, sosial dan profesi. Misalnya, seseorang dapat mengemukakan ide yang orisinal karena rajin mendengarkan pendapat orang lain yang kemudian disimpulkan menjadi ide baru. Begitu juga banyak dari kita melakukan kesalahan karerna keurang mendengarkan penjelaskan guru atau kita sering cekcok dengan ortu karaena satu sama lain tidak mau saling mendengarkan.

Mendengarkan sebenarnya suatu proses yang cukup rumit karena melibatkan aemapat unsur, yaitu mendengar, memperhatikan, memahami, dan mengingat.
Hal –hal yang dapat menghambat mendengar efektif antara lain, kerena kecenderungan kita untuk cepat menilai, mengevaluas, menyetujui pesan-pesan yang disampaikan sumber berita. Dengan demikian, belum sempat kita memahami pernyataan atau ungkapan orang tersebut, kita sudah sibuk dengan apa yuang terlintas dalam benak kita yang sesuai dengan dugaan atau harapan kita.

Memusatkan pendengaran dan mencoba memahami maksuad pembicaraan orang lain kita manahan kecenderungan untuk menghakimi atau menilai pesan tersebut. Hal ini dapat memperbaiki kemampuan individu untuk mendengarakan lebih efektif.

MERESPON

Setelah menjadi pendengar yang aktif tentunya kita juga perlu keterampilan lain, yaitu memberikan respon terhadap permasalahan oang lain. Tentunya diperlukan kemampuan untuk membantu memecahkan dan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan irang tersebut.

Yang perlu diingat adalah perinsip pertama dalam menolong orangf lain memecahakan masal;ahnya dan memahami situasi yang membuatnya stress mengingat bahwa semua pemahaman keputusan dan solusi yang muncul dari orang itu sendiri, bukan dari kita. Seyakin apapun kita bahwa kita tahu apa yang seharusnaya dilakukan orang lain, tujuan kita membantu mereka membaut keputusannya sendiri.

Prinsip kedua, dengan cara membedakan sudut pandang pribadi dan orang lain sebaiknya masalah orang lain dipandang dari sudut pandang orang bermasalah karena hal ini dapat mendorong kita merasakan pada yang dirasakan orang lain. Dengan begitu kita jadi tidak cepat me uduh, menaiali, atau menghakimi orag lain. (Chtarina Wahyuni PKBI Pusat).Kompas Jumat 18 Nopember 2005 Kolom MUDA

Saturday, August 19, 2006

MENSIKAPI MELAMBUNGNYA HARGA-HARGA

“Sekarang ini kita tak bisa bicara tentang kualitas hidup, yang ada hanyalah memeratakan kemiskinan. Tidak ada pilihan lain kecuali lagi-lagi berhemat”. Kata seorang ibu. Berdasarkan Jajak pendapat “kompas” terhadap warga Jakarta pasca kenaikan BBM, telah terjadi perubahan perilaku yang paling menyolok pada kegiatan-kegiatan diluar kebutuhan perut. Seperti rekreasi keluar kota dan membeli pakaian menjadi target pengurang paling besar yakni masing-masing sebesar 69%,0 dan 73,5% dibandingkan persoalan pemenuhan kebutuhan makanan.(Kompas, 24/10/2005)

Dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan saat ini, semua kalangan masyarakat mengalami imbasnya secara bersama-sama. Jadi kita tidak perlu menggerutu atau emosional menyikapi hal tersebut. Kecuali kalau hanya kita sendiri yang terkena dampaknya. Bukan hal yang aneh, bahwa kenaikan harga-harga kebutuhahan pokok pasca kenaikan BBM, bahkan sebelum harga BBM resmi naik, membawa dampak yang sangat berat bagi siapapun. Apakah sebagai Ibu rumah tangga, pegawai/karyawan, mahasiswa, pedagang, sopir angkot, sopir taksi. Sementara penghasilan tidak beranjak naik bahkan tak bergerak. Kecuali tunjangan DPR.

Dampak kenaikan harga-harga yang paling terasa pada keluarga yang termasuk katagori ekonomi menengah-kebawah. Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM Bahkan awal tahun 2006 tarif dasar listrik (TDL) juga akan dinaikkan semakin menyulitkan rakyat dan sekaligus memunculkan perasaan tidak rela. Kenapa ? karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) atau tugas yang belum beres: masih banyak koruptor berkeliaran bahkan jadi petinggi bangsa ini, pengemplang pajak, illegal logging, illegal fishing, pencurian BBM, pejabat korup, mafia peradilan, DPR/DPRD yang hanya mementingkan kepentingan sendiri dan segudang persolan lain. Bahkan ditengah tugas yang belum beres tadi, pemerintah justru membagi rata penderitaan kepada golongan menengah- bawah sampai pada tingkat miskin. (Kompas, 24/10/2005)

Lantas bagaimana kiat kita menyikapi kenaikan harga-harga agar tetap bisa survive ditengah gelombang kenaikan harga-harga. Untuk itu solusi yang mungkin dapat kita tempuh adalah sebagai berikut :

Kiat Jangka pendek

Berbagai kiat dan kebijaksanaan dijalankan untuk mengatur uang yang lebih baik, yang pada prinsipnya berupa jurus-jurus penghematan. Salah satunya yang paling mendasar namun sering dilupakan adalah penghematan. Berhemat kreatif yang dimulai dari rumah, seperti Penghematan terhadap kosumsi. Biasa makan daging sapi, ayam mulai beralih ke ikan, atau telur. Bisa juga diganti tempe dan tahu. Juga menerapkan pola hidup vegetarian dan konsumsi vitamin yang berasaldari buah-buahan. Disamping itu penghematan pemakaian listrik, misalnya hanya seterika dan isi bak air siang hari, hemat air PAM, gas dan telepon tentu menjadi prioritas utama. Pilih tempat belanja, cari tempat yang sedekat mungkin dengan pabriknya atau produsennya. Dekat disini dalam arti jalur distribusinya yang dekat, tentu harganya semakin murah. Dan hanya belanja diwaktu yang tepat, kita bisa dapat barang berkualitas dengan harga miring. Juga perhatikan musim. Usahakan beli pada pedagang yang memberi diskon khusus dipagi hari sebagai penglaris dan memberi diskon khusus pembeli terakhir.Ini biasanya pada produk yang cepat rusak dan dijual harian. Hindari belanja saat perut lapar dan belanja saat lagi sedih/bosan hal tersebut bisa mendorong belanja diluar kebutuhan. Selain juga kita utamakan belanja barang kebutuhan daripada keinginan. (Majalah Alia).

Kiat Jangka panjang

Apabila harga-harga terus naik, penghematan dengan cara menekan-nekan pengeluaran tidak lagi efektif untuk jangka panjang. Yang harus dilakukan adalah:
Menambah sumber pendapatan, seperti , mengajar sesuai ketrampilan, sebagai pemilik usaha. Misalnya usaha katering, pertamanan termasuk merangkai bunga, menjahit serta memanfaatkan lahan yang menganggur untuk ditanami sayu-sayuran, buah-buahan, dan juga untuk berternak. atau usaha pemasaran langsung (MLM), . Cara ini memang tidak mudah tapi harus kita coba agar kita tidak terus-menerus menekan pengeluaran dari tahun ke tahun. Selain itu kita bisa beli emas, harga emas biasanya naik kalau terjadi kenaikan harga. Ketika harga barang naik dan harga emas anda melebihi kenaikan harga barang dan jasa maka Anda bisa menjual. Melakukan investasi, yang memberikan hasil lebih besar daripada berinvestasi di bank. Misalnya membeli Reksa Dana yang resiko rendah seperti Reksa Dana Tetap atau Reksa Dana pasar uang dan juga bisa merubah hobi menjadi bisnis yang menghasilkan banyak uang.

Mengelola Pengeluaran, Salah satu cara meningkatkan aset dengan memperbaiki aspek pengeluaran sehingga surplus (pemasukan lebih besar dari pengeluaran). yang kita miliki jumlahnya lebih besar. Yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan surplus bukan hanya meningkatkan pendapatan. Dan surplus ini diharapkan menjadi aset bersih yaitu setelah dikurang dengan total hutang. Aset adalah berupa harta yang dikuasai dan mempunyai manfaat dimasa datang, yang mesti bisa “ bekerja “ buat kita. Artinya bahwa aset terus bertumbuh dan jika arus kas (cash flow) positif.

Pengeluaran bisa dibagi menjadi pengeluaran yang baik/ good cost dan pengeluaran yang buruk alias bad cost. Good cost adalah biaya yang berdampak positif pada aset walaupun membebani arus kas. Seperti membayar utang. Impikasinya aset bersih anda meningkat. Sedangkan pengeluaran yang semata-mata menjadi biaya, seperti makanan, telpon listrik, air PAM, transportasi. BBM, biapa sampah dan sebagainya walaupun mengalami peningkatan, jika masih batas wajar tidak menjadi masalah. Karena pengeluaran itu untuk memenuhi kebutuhan Anda. Pengeluaran untuk hal-hal yang tidak berdampak pada aset akan menimbulkan masalah dan menjadi pengeluaran yang termasuk bad cost, seperti pengeluaran yang hanya untuk memenuhi keinginan semata-mata..(Kompas 30/10/2005)

Menurut Safir Senduk, Kita harus memilah-milah jenis harta kekayaan, apakah masuk katagori konsumtif atau produktif. Pada kenyataannya hampir semua harta benda yang kita miliki adalah harta konsumtif, mulai dari kulkas, tampat tidur AC, meja telivisi,VCD, hingga sound system.Dalam kondisi serba sulit seperti sekarang ini, sebaiknya kita memperkecil jumlah harta konsumtif dan menambah harta produktif.selain gaji, misalnya dengan deposito, investasi, membuka usaha termasuk menyewakan kendaraan. Membeli kendaraan atau menukar kendaraan sulit dijual dengan kendaraan yang purna jualnya bagus sehingga kalau butuh uang sewaktu-waktu bisa dijual maupun untuk tukar tambah. Untuk masalah pendidikan anak bisa dengan mengikuti asuransi pendidikan, kesehatan ,kecelakaan atau yang lainnya.

Kita juga harus mengantisipasi pengeluaran yang tak terduga. Untuk pengeluran rutin (termasuk setoran tabungan) harus dari pemasukan rutin. Jangan sampai pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, tidak terduga Anda membayarnya dengan uang pemasukan rutin. Kemungkinan besar anggaran Anda akan rusak. Untuk mengantisipasi ini, sebaiknya Anda punya simpanan uang tunai dan membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin dan tidak terduga tersebut dari simpanan uang tunai tersebut. (Tabloid Nova No.830/XVI)

Apapun yang Anda lakukan yang terpenting adalah cintailah, berpikir positif, lakukan dengan sungguh-sungguh, optimal, disiplin dan dengan kontrol yang baik terutama terhadap pengeluaran. mudah-mudahan masa sulit ini akan berlalu. Dan kita yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.